27 November 2008

Implementation Issues - Masalah Implementasi Yang Sering Ditemui di Lapangan Penelitian

Pada saat melaksanakan kegiatan penelitian, tidak jarang kita berjumpa dengan permasalahan-permasalahan yang kalau tidak kita antisipasi dengan baik sebelumnya akan dapat mengganggu, memperlambat, atau mempersulit pelaksanaan penelitian di lapangan. Beberapa masalah tersebut antara lain berada pada ranah-ranah sebagimana yang tergambarkan dalam peta berikut ini.









Di atas kertas (atau di depan layar:-) tampaknya memang mudah, tapi kenyataannya di lapangan akan bisa tak semudah yang kita bayangkan. Sebagai contoh yang pernah saya alami, kurang sempurnanya pelatihan bagi tenaga pengumpul data atau pengentri data menjadikan proses pengolahan data meminta tambahan waktu ekstra. Dalam kasus lain, seorang stakeholder yang cukup berperan penting dapat tiba-tiba meragukan desain atau protokol penelitian yang sudah kita susun dengan demikian rapi, bahkan menggunakan konsultasi ahli. Atau bisa juga ada pihak yang tidak dilibatkan dalam penelitian, namun mengancam akan menolak hasil penelitian bila ia tidak dilibatkan.

Bukan berarti kita menjadi berfikir negatif atau membuat kita menjadi terlalu khawatir dengan apa yang akan terjadi di lapangan. Namun, dengan mengetahui semua aspek lapangan di atas, kita dapat membuat persiapan dan antisipasi sebaik mungkin. Dengan demikian, masalah-masalah yang akan terjadi dapat terminimalisir dan penelitian kita bisa berjalan dengan lebih lancar dan sukses. Amiiiin***

Sample Sizes and Power - Besar Sampel dan Kekuatan

Dalam pengambilan sampel untuk sebuah penelitian, besarnya sampel sangatlah berpengaruh dan memberikan sumbangan yang tidak sedikit terhadap kualitas sebuah penelitian. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Bagaimana menentukan besar sampel yang sesuai dengan tujuan dan desain penelitian kita? Software apa yang bisa membantu kita? Apa saja kesalahan-kesalahan yang kadang kita buat dalam menentukan besar sample tersebut?


Berikut ini adalah peta yang saya buat dari apa yang saya pelajari mengenai Sample Size and Power dari presentasi Prof. dr. Mohammad Hakimi, SpOG, PhD.

Power point mengenai Besar Sampel dan Kekuatan dapat didownload disini (informasi mengenai software sample size ada di dalamnya)


Oke Semoga Bermanfaat

Wassalam

Salam Sukses


Ini adalah format ounlinennya:

SSAMPLE SIZE (SS) AND POWER

I. SS Planning

A. forces

1. specification for outcome variable

2. clinically meaningful effect size

3. planned stat procedure

B. leads to a specific recruitment goal

C.

1. encourages

a) development of appropriate

timelines

budgets

2. discourage

a) performance of small & inconclusive studies

D. to estimate SS requirement

1. specify hypothesis

a) null

b) alternative

2. select appropriate stat test

3. determine min effect size

4. estimate

a) SD (for continuous outcome)

b) baseline risk/incidence/ prevalence (for dichotomous)

5. set limit error

a) type I (alpha)

b) type II (beta)

II. Hypothesis Testing

A. the decision matrix

1. the confidence level (1-alpha)

= we accept null, reality null true

2. type I error (alpha)

= we reject null, reality null true

3. type II error (beta)

=we accept null, in reality null false

4. power (1-beta)

=we reject null, in reality null false

III. Software

A. epiinfo

- for cohort and unmatced case control

- www.cdc.gov/epiinfo/

B. southwest oncology group

- for clinical trials

- www.swogstat.org/statoolsout.html

C. UCLA

- for Poisson analysis, correlation coefficients, Fisher's exact test, and more

http://calculators.stat.ucla.edu/powercalc/

D. Commercial products

- http://www.power-analysis.com/

- http://www.statsol.ie/demos.htm (NQuery Advisor)

- http://www.ncss.com/pass2002upgrade.html

E. Commonly Used

1. Power and Sample Size Calculation

a) ..\..\Power and Sample Size\pssetup.exe

IV. What To do when SS is fixed

= SS may determined before study was planned

A. work backward from the SS

1. Estimate the effect size that can be detected at a given power (usually 80%)

2. estimate the power to detect a given effect

=less commonly

V. Strategy for Minimizing SS and Maximizing Power

A. use continuous variable

B. Use paired measurements

C. Use more precise variables

D. Use unequal group sizes

E. Use a more common outcome

VI. how to estimate SS when there is insuff info

A. Extensive search for previous findings

B. Doing a small pilot study

C. Dichotomize a continuous variable when mean & SD are in doubt

VII. How to Get By with a Smaller Sample

A. double check

1. your assumptions:

a) type I error rate

b) type II error rate

2. your hypothesis

a) one tailed?

b) two tailed?

3. your desired effect size

a) Is the intervention have an effect of this size?

b) Can I settle for finding a larger effect?

B. Use a more frequent dichotomous outcome variable

1. Less serious outcome (don=t sacrifice clinical face validity)

2. Composite outcome (watch for undesired heterogeneity)

3. Lengthen follow-up period

4. Select higher-risk study subjects

C. To decrease variability (increase reliability) of continuous outcome measures, use:

1. A continuous variable

2. More precise, reliable equipment or data collection techniques

3. Paired (pre-post or matched) measurements to reduce variability

D. Increase your sample size cheaply:

= Consider unequal group sizes (2-3 control per case) to increase efficiency in a case control study

E. Compromise or get more money

VIII. Common MIstakes

A. Failure to discuss sample size

B. Unrealistic assumptions

C. Failure to explore SS requirements

D. Treating Type I (<0.05)>

E. Failure to account for attrition

Teknik Pengambilan Sampel

Beberapa minggu yang lalu saya mempelajari tentang Sampling dari Prof. dr. Hakimi, SpOG, PhD. Berikut ini peta atau mind map dari apa yang saya pelajari tersebut. Double click untuk mendapatkan gambar yang lebih besar dan klik kanan untuk menyimpan. Semoga bermanfaat.

Ini adalah format outlinenya

SAMPLING

I. Terminology

A. method type

1. probability

a) use random selection

b) each unit have prob of being selected

2. Non probability

a) sistematic selection/haphazard

b) not random

B. group

= where can we go wrong

1. the theoretical population

2. the study population

= what population can u get acces to?

3. the sampling frame

= How can you get access to them?

4. the sample

= who is in your study

II. Probability

A. key concept

1. statistical terms in sampling

a) variable

b) statistic

c) parameter

2. sampling error

a)

b) standard error in normal curve

c) confidence level

d) confidence interval

3. the sampling distribution

= the dist of a statistic across an infinite number of samples

III. Design

A. probability

1. simple random

a) objective

select n from N, every NCn has equal chanc

b) procedures

table of random numbers

computer random generator

mechanical device

c) can sample with or without replacement

d) f=n/N is the sampling fraction

2. stratified sampling

a) proportional/quota random sampling

b) objective

pop divided into non overlapping data

then do simple random sampling in each strata

c) purpose

insure representation

administrative convenience

sampling problem may differ in each strata

increase precision (lower variance)

d) type

proportionate

= equal sampling fraction

disproportionate

= unequal sampling fracture in each stratum

3. systematic sampling

a) procedure

N/n=k the interval siza

random select number drom 1-k

take every kth unit

b) assumption

population is randomly ordered

c) advantages

easy

more precise than simple random

4. cluster (area) sampling

a) procedure

divide into cluster

randomly sam[le cluster

measure all unit within sampled cluster

b) advantage

administratively useful, esp wide geo area

5. multistage sampling

a) multi stage cluster or

b) any combination of single stage

B. Non Probability

= likely to misinterpret population, difficult/impossible to be detected

1. accidental/haphazard/convenience

= problem: representativeness

a) man on the street

b) available/accessible clients

c) volunteer sample

2. modal instance

= problem: not represent modal group proportionately

a) sample for the typical case

3. purposive

= problem

= proportionality

= need theory to sample the extreme

a) predefined group

b) extreme group

4. expert

= problem: expert may be wrong

a) panel judgement of representativeness

b) advantage

the judgement support the sampling

5. quota

a) proportional

= problem

= how do u pick the cx

= how do you know the proportion

objective

represent major characteristic of pop

by sampling a proportional amount of each

b) non proportional

6. heterogenity

a) make sure you include all sectors

b) use when one or more people are a good proxy for the group

c) for instance, when brainstorming issues across stakeholder groups


Salam Sukses

19 November 2008

Asking Good Question - Bagaimana Mengajukan Masalah Penelitian yang Baik

Menyusul research model dalam posting sebelumnya, berikut ini peta pikiran mengenai bagaimana mengajukan pertanyaan penelitian yang baik (berkualitas) dan tentu saja dengan cara yang baik. Gagasan intinya hampir sama dengan yang saya kemukakan kemarin.

Pertama, bahwa penelitian adalah bagian dari usaha mencari kebenaran.

Kedua, bahwa masalah penelitian merupakan raison d entree yang menjadi jalan masuk sebuah penelitian.

Dan ketiga, bahwa masalah itu kita dapatkan hanya dengan terjun langsung ke lapangan kehidupan. Seperti pesan yang kita tangkap dari film laskar Pelangi, ibarat nelayan, untuk mendapatkan ikan, pergilah ke kedalaman. Atau dalam bahasa asingnya duc in altum. Bersungguh-sungguhlah mendalami kehidupan dan memahami persoalan, niscaya kita akan menemukan.

Mengenai latar belakang penelitian dan kriteria pertanyaan penelitian yang baik terpetakan dalam mind map berikut ini. Mind map ini saya petakan dari penyampaian Dr Hari Purnomo Kushadiwijaya. Here is the map. Double click untuk memperbesar gambar, kemudian klik kanan untuk menyimpan.


Berikut ini adalah format outlinenya:

BBAGAIMANA MENGAJUKAN MASALAH PENELITIAN YANG BAIK

I. Kebenaran

A. Perhatian untuk memahami sifat alami dari sebuah fenomena

B. Apakah manusia telah menggenggam kebenaran?

C. Independen dari pendapat manusia

D. Terwakilkan pada pengetahuan manusia yang terbatas terhadap sebuah fakta

II. Pencarian kebenaran

A. Pengalaman

1. Diri sendiri

2. Pemilik otoritas

B. Pemikiran

1. deduktif

2. induktif

a) Syllogism (Aristotle)

b) observational basis of science (Francis Bacon)

3. induktif-deduktif

C. Penelitian

1. definisi

investigasi yang bersifat

(1) sistematik

(2) terkontrol

(3) empiris

(4) kritis

terhadap sebuah proposisi hipotetik mengenai hubungan-hubungan antar fenomena alami

2. masalah penelitian

a) tidak hanya menemukan korelasi

b) harus menemukan alasan/perbandingan

c) Tidak hanya menemukan jawaban ya atau tidak

d) Secara tidak langsung harus menyatakan interpretasi

e) Pernyataan masalah; menunjukkan

(1) lingkup terbatas

(2) parameter populasi

(3) tepat dan sederhana

(a) sesedikit mungkin kata

(b) gunakan kamus

(c) Ekonomis dalam penggunaan suku kata

(d) kalimat pendek

(e) bersikap autokritis

(f) siap terhadap perubahan-perubahan

Oke. Semoga bermanfaat. Terima kasih Dr Hari Pur untuk kuliahnya yang mencerahkan:-)

RESEARCH MODEL -Skema Model Penelitian

“We feel that even when all possible scientific questions have been answered, the problems of life remain completely untouched.”(Ludwig Wittgenstein)


Pernyataan Wittgenstein di atas tampaknya memang benar. Itulah mengapa penelitian demi penelitian terus menerus dilakukan. Karena masalah-masalah senantiasa tersisakan dan tidak ada habisnya. Istilah anak mudanya, “kagak ada matinyee..:-)”. Masalahnya terletak pada sejauh mana kita mampu untuk benar-benar mengangkat sesuatu yang benar-benar menjadi permasalahan di dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, yang kita cari seharusnya bukan topik penelitian, melainkan masalah. Sehingga masalah tidak ditemukan di almari perpustakaan, tapi di lapangan.

Gambaran atau skema menyeluruh mengenai proses perjalanan penelitian dapat secara jelas terlihat dalam Reseach Model yang saya dapatkan dari Dr. Hari Purnomo Kushadiwijaya dalam file yang dapat anda lihat/download disini.

Dari research model tersebut, masalah merupakan raison d entree, sesuatu yang digunakan untuk berangkat memulai penelitian. Untuk langkah-langkah selanjutnya, mulai dari bagaimana merujuk kepada teori/konsep sebelumnya, menerangkan hipotesis, menentukan variabel, dan seterusnya telah sangat jelas digambarkan dalam research model tersebut.

Oke. Semoga bermanfaat.
Wasalam

Salam sukses
Beti

18 November 2008

Kesabaran Seorang Ibu

Pernahkah Anda melihat sebuah tayangan iklan selama bulan Ramadhan tentang seorang ibu yang harus bersabar terhadap “tingkah” anaknya di dapur? Hari ini saya juga membenarkan bahwa menjadi seorang ibu membutuhkan kesabaran yang luas. Namun, hampir saja saya tak bisa tersenyum seperti ibu dalam iklan itu.

Malam sudah semakin larut, dan anak saya (17 bulan) belum mau tidur juga. Terlepas dari benar tidaknya pernyataan bahwa anak ingin banyak bermain di malam hari karena meminta jatahnya selama ibu bekerja, yang jelas, saya sudah demikian lelah dan mengantuk. Sementara ia masih meloncat-loncat di atas kasur, membolak-balik semua buku saya yang memiliki gambar bayi di covernya, dan menggoyang-nggoyang kepala kasur, saya berbaring sambil mengawasinya. Saya tidak tahu apakah saya tertidur, namun tiba-tiba kedua bantal saya ditarik dengan begitu cepatnya, dengan begitu kuatnya. Saya membacanya sebagai perintah bahwa mama tidak boleh tidur dan harus menemaniku bermain. Jadi saya menuruti saja ketika ia mengajak turun kasur dan pergi ke ruang tengah.

Ia mengajak makan di waktu semalam ini. Saya tahu itu artinya bukan saya lapar, melainkan saya ingin bermain dengan piring, sendok, dan nasi, dan lauknya pun harus ikan. Saya lalu memangkunya di kursi makan, kemudian mengambil nasi dan ikan, memisahkan ikan dari duri-durinya, dan mendinginkan nasi sesuap demi sesuap. Tapi ia menangis sambil berusaha menggeser-geser paha saya dengan kuatnya. Oh, rupanya ia ingin duduk sendiri dan makan sendiri. Jangan coba-coba mengambil alih sendoknya karena ia akan menolaknya. Ini permainan yang sangat mengasyikkan. Karena merupakan gambar yang menarik, saya mengambil hp untuk merekamnya. Saya terus saja mengambili nasi-nasi berceceran kesana kemari di lantai dan di kursi, hingga tiba-tiba “Praaaang!”, piring itu sudah terbelah menjadi tiga bagian.

Saya beristighfar karena tiba-tiba suasananya menjadi seperti sesak. Seketika itu juga rasanya semua berhenti. Saya menatap wajahnya yang tak berdosa (dan memang ia tidak bersalah). Pantas saja menurut penyampaian sorang spsikolog, semua bayi bahkan bayi hewan sekalipun, diciptakan Allah dengan wajah yang lucu, menghibur, dan menggemaskan agar orang-orang selalu iba, senang, dan sayang padanya sehingga ia selalu terlindungi oleh siapa saja. Bahkan ibunya pun jadi terhibur dan lupa terhadap segala kerepotan, kekesalan, dan kelelahan yang terkadang ditimbulkan olehnya.

Sedikit kekesalan itu secepat mungkin sirna ketika saya ingat dua hal yang menjadikan ibu kembali bahagia, yaitu berfikir positif dan menghela pernafasan yang dalam. Dan saya pun melakukannya. Tidak ada yang bisa membuat saya memperoleh alasan untuk marah, karena saya sadar baginya ini semua adalah permainan, dan saya berkontribusi karena telah melepaskan beberapa detik pengawasan sehingga tak sadar begitu cepatnya piring itu sudah terlempar ke bawah. Saya terus menghela nafas sambil memunguti piring dan nasi-nasi yang berserakan. Sambil bergumam di dalam hati, Oh ternyata seperti inilah rupanya seorang ibu harus bersabar. Dan rasanya kesabaranku tidak ada apa-apanya, masih amat jauh dibandingkan dengan kesabaran ibuku...”

16 November 2008

Benarkah Kesehatan Perempuan Terpinggirkan?

Hari ini saya berkesempatan untuk berdiskusi dengan Prof Dr Meutia Hatta dalam acara kuliah S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat di FK UGM sehubungan dengan isu-isu kesehatan perempuan dalam tema besar, "Benarkah Kesehatan Perempuan Terpinggirkan."

Peta pikiran di bawah ini adalah pemetaan saya dari presentasi beliau. Sebenarnya apa yang beliau sampaikan sederhana saja. Apalagi bagi kita yang mungkin telah banyak mengikuti permasalahan gender dan kesehatan reproduksi. Namun demikian, contoh-contoh nyata dari beberapa kajian antropologis yang diketahuinya cukup untuk menggugah dan mengingatkan kita bahwa permasalahan-permasalahan itu benar-benar ada di masyarakat. Di tambah lagi, cerita-cerita pengalaman beliau sebagai Kepala Departemen memberikan informasi bahwa terkadang masih belum terjadi kesepahaman akan pentingnya sinergi program dan kerjasama lintas sektoral. Sekalipun demikian, bukan berarti tidak ada kritik untuk kinerja bu mentri ini.

Permasalahan Kesehatan Perempuan secara lebih khusus berupa fakta-fakta data kesehatan disampaikan oleh dr Siswanto Agus Wilopo, ScD. Petanya dapat dilihat di halaman lain blog ini (judul: Benarkah Kesehatan Perempuan Terpinggirkan 2).

Oke, here is the Mind Map. Double click to save and see the larger image. Semoga bisa mendapatkan jawaban tentang dimanakah sebenarnya posisi kesehatan perempuan. Apakah di depan, di tengah, atau di pinggir :P ;-)





04 November 2008

Soal Ujian Core Public Health 2008

Ujian Core Public Health kali ini (th 2008) 100% merupakan MCQ (multiple choice question). Sekalipun demikian, sebagian besar soal tampaknya masih tetap berusaha untuk menguji pemahaman akan konsep-konsep yang menjadi tujuan dari pembelajaran. Oleh karena itu, saya yang tidak sempat mempelajari ulang semua bahan karena sering ketiduran saat menyusui, dan tidak bisa minum kopi karena anak saya akan ikut ‘melek’ jika saya minum kopi, menjadi sangat terbantu dengan hanya mengandalkan ingatan berdasarkan pemahaman konsep pada saat mengikuti kuliah.

Inilah beberapa soal yang tersisa dalam memori saya. Semoga bisa menjadi sedikit gambaran:-)
Selamat Belajar....

A. Disaster Management

Pilihan: (mencocokkan)
a. Bahaya
b. Risiko
c. Peristiwa
d. Pengaruh
e. Kerusakan
f. Bencana

1. Bencana tsunami bagi warga Aceh (.....)
2. Gempa setiap hari di Israel (....)
3. Keberadaan Gunung Montserrat bagi penduduk (....)
4. Tanah longsor bagi penduduk di sekitarnya (....)

Pilihan:
a. Pencegahan
b. Modifikasi
c. Kerentanan
d. Respon
e. Buffering Capacity
f. Absorbing Capacity

1. Yang tidak mungkin dilakukan terhadap gempa bumi di sumatera (....)
2. Yang dilakukan penduduk terhadap gunung Montserrat (....)
3. Yang dilakukan pemerintah Balikpapan menghadapi bencana banjir di daerahnya (....)
4. Warga Israel terhadap gempa yang terjadi setiap hari (....)

Pilihan:
a. Manusia
b. Sosial
c. Alam
d. Fisik
e. Keuangan
f. Politik
g. Trend
h. Siklus
i. Shocking

1. Banjir bagi warga Jakarta (....)
2. Penyakit AIDS di Afrika (....)
3. Aliran Lahar bagi warga sekitar gurun berapi (....)
4. Angin topan (....)
5. Aset yang diberdayakan oleh suku dayak pedalaman karena hambatan mendapatkan pelayanan kesehatan (....)
6. Aset yang kurang dimiliki oleh penduduk asli Papua (....)
7. Aset yang telah dimiliki oleh Cina dan India sejak dahulu (....)
8. Aset yang penting bagi warga Jakarta yang terganggu saat banjir namun juga menjadi potensi (....)
9. Aset yang banyak dimiliki oleh DKI Jakarta namun sering kurang berhasil dimanfaatkan untuk kemajuan daerah (....)

B. Konsep Perilaku dan Perubahan Perilaku

Lima orang mahasiswa berdiskusi mengenai kuliah teori ilmu perilaku. Seingat Pak Giyarto, perilaku manusia didasari oleh insting individu. Sementara menurut pak Heru, perilaku dipengaruhi oleh kepribadian manusia yang bersifat unik. Tidak mau kalah, bu Dian mengatakan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh tingkatan kebutuhan manusia.
1. Pak Giyarto
a. Psikoanalitik
b. Trait
c. Gestalt
d. Health Belief Model
e. Maslow

2. Pak Heru
a. Psikoanalitik
b. Trait
c. Gestalt
d. Health Belief Model
e. Maslow

3. Bu Dian
a. Psikoanalitik
b. Trait
c. Gestalt
d. Health Belief Model
e. Maslow

Berada di dalam satu kelompok, Lima orang mahasiswa S2 IKM memiliki hobi yang sama, yaitu berolahraga. Namun demikian, alasan mereka berbeda-beda. Bu Beti mengatakan, senang berolahraga karena pernah mengikuti seminar yang pembicaranya sangat menarik dan memotivasi untuk mau berolah raga. Bu Anggun gemar bersepeda dan senang melakukannya sejak kecil karena ia merasakan manfaatnya. Ia mendapatkan banyak teman, karena saat itu anak-anak berangkat sekolah dengen bersepeda. Pak Wandi berolah raga karena menyadari bahwa ia rentan terhadap penyakit Diabetes, karena kedua orang tuany aadalah penderita Diabetes. Bagi bu Misti, olah raga adalah bagian dari usahanya untuk mempertahankan berat badan dan tetap sehat. Sementara itu, pak Made beroleh raga karena sejak kecil semua anggota keluarganya juga sama-sama gemar berolah raga dan dan kegemaran pak Made tersebut difasilitasi oleh keluarganya.

4. Bu Beti
a. Komunikasi Persuasi
b. Helath Belief Model
c. Theory of Reasoned Action
d. Theory of Planned Action
e. Teori Perilaku Interpersonal

5. Bu Anggun
a. Komunikasi Persuasi
b. Helath Belief Model
c. Theory of Reasoned Action
d. Theory of Planned Action
e. Teori Perilaku Interpersonal

6. Pak Wandi
a. Komunikasi Persuasi
b. Helath Belief Model
c. Theory of Reasoned Action
d. Theory of Planned Action
e. Teori Perilaku Interpersonal

7. Bu Misti
a. Komunikasi Persuasi
b. Helath Belief Model
c. Theory of Reasoned Action
d. Theory of Planned Action
e. Teori Perilaku Interpersonal

8. Pak Made
a. Komunikasi Persuasi
b. Helath Belief Model
c. Theory of Reasoned Action
d. Theory of Planned Action
e. Teori Perilaku Interpersonal

Kuesioner:
1. Nama :
2. Alamat :
3. Jika Merokok di larang di kampus ini, maka saya:
a. Sangat setuju b.Setuju c. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju
4. Menurut saya merokok itu: (beri tanda cek dimana posisi Anda)
I----------I-----------I----------I----------I
Menyenangkan Menjijikkan
5. Rokok mengandung 4000 bahan kimia berbahaya
a. Benar b. salah
6. Berapa kali sehari Anda merokok dalam sehari?

Soal:
9. Pertanyaan 1 dan 2:
a. Fakta
b. Sikap
c. Persepsi
d. Pengetahuan
e. Praktek

10. Pertanyaan 3
a. Fakta
b. Sikap
c. Persepsi
d. Pengetahuan
e. Praktek

11. Pertanyaan 4
a. Fakta
b. Sikap
c. Persepsi
d. Pengetahuan
e. Praktek

12. Pernyataan yang memiliki variabel yang sama dengan pertanyaan nomor 5 adalah:
a. Tablet ini raanya tidak enak, pahit
b. Kandungan tablet ini adalah Fe
c. Saya akan minum tablet besi ini secara teratur
d. Menurut saya kesehatan adalah segalanya sehingga saya akan minum tablet Fe
e. Saya minum tablet besi sehari sekali selama kehamilan

Lima orang datang berkonsultasi pada psikolog. Berikut ini yang mereka katakan pada sang psikolog.
Pak Asdar : Oh, Merokok itu berbahaya, ya? Tapi saya tidak akan berhenti merokok
Pak Sis : Iya bu, Saya ingin berhenti merokok, tapi kalau saat ini sepertinya saya belum bisa
Pak Toni : Saya akan berhenti merokok, sebenarnya saya sudah mencoba sejak sebulan yang lalu
Pak Agung : Saya sudah berhenti merokok dan saya ingin agar bisa terus seperti ini.

13. Pak Asdar
a. Prekontemplasi
b. Kontemplasi
c. Persiapan
d. Tindakan
e. pemeliharaan

14. Pernyataan yang analog dengan pernyataan pak Sis adalah
a. Saya akan berolahraga setelah lebaran nanti
b. Saya telah mencoba untuk berolah raga secara teratur
c. Secara rutin saya telah berolah raga dan semoga saya akan terus rajin berolah raga

15. Pak Toni
a. Prekontemplasi
b. Kontemplasi
c. Persiapan
d. Tindakan
e. pemeliharaan

16. Pak Agung
a. Prekontemplasi
b. Kontemplasi
c. Persiapan
d. Tindakan
e. pemeliharaan


C. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

1. Yang merupakan promosi kesehatan
a. Komunikasi, informasi, edukasi
b. Penggunaan kondom dan penggantian jarum suntik
c. Konseling dan test deteksi dini
d. Pelayanan psikososial
e. Pemberian antiretroviral

2. Keunggulan dari pendekatan massal dalam pencegahan primer:
a. Rasio risiko manfaat tinggi
b. Motivasi individu tinggi
c. Potensi manfaat besar untuk populasi

3. Kendala utama dari pencegahan primer adalah:
a. Tidak ada intervensi yang cost effective untuk epenyakit-penyakit tertentu
b. Tidak semua penyakit teridentifikasi penyebabnya
c. Tidak ada metode skrining yang akurat dan aman
d. Penyakit tertentu tidak memiliki fase yang memungkinkan deteksi dini

D. Pengukuran Kesehatan dan Penyakit dalam Populasi

1. Penyakit kardiovaskuler sebagai penyebab kematian utama di Indonesia
a. Transisi epidemiologis
b. Transisi demografi
c. Polarisasi epidemiologi

2. Perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif
a. Transisi epidemiologis
b. Transisi demografi
c. Polarisasi epidemiologi

3. Kematian dini dan kecacatan menentukan di dalam perhitungan pengukuran:
a. DALY

4. Indikator cost effectiveness untuk DALY adalah:
a. Penurunan per DALY menggunakan anggaran <>E. Kajian Faktor Risiko dan Determinan

1. Faktor risiko adalah
a. Penyebab penyakit yang bersifat necessary dan sufficient
b. Faktor yang dapat meningkatkan probabilitas terjadinya penyakit

6. Faktor yang memfasilitasi munculnya manifestasi penyakit
a. Predisposing factors
b. Enabling factor
c. Reinforcing factor
d. Precipitating factor
e. Risk factor


F. Teori dan Praktik Ilmu Kesehatan Masyarakat

1. Misi kesehatan masyarakat adalah:
a. Menjamin kondisi agar masyarakat bisa sehat

2. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi esensial kesehatan masyarakat:
a. Penilaian dan diagnosis kesehatan masyarakat
b. Pengembangan kebijakan dan sistem kesehatan masyarakat
c. Menjamin akses pelayanan kesehatan
d. Menerapkan hukum dan peraturan untuk melindungi kesehatan masyarakat.
e.

3. Sistem informasi kesehatan adalah:
a. Aplikasi teknologi informasi di ranah kesehatan masyarakat
b. Pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan untuk kepentingan kesehatan masyarakat.
c. Sistem untuk menyediakan informasi yang akan dipergunakan untuk pengambilan keputusan di bidang kesehatan masyarakat

4. Penyebab penyakit Minamata di jepang:
a. Timbal (Pb)
b. Merkuri
c. Selenium
d. Asbes
e. Cadmium

5. Yang bukan merupakan equity:
a. Orang kaya membayar pelayanan VIP
b. Orang miskin mendapatkan pelayanan gratis
c. Laki-laki dan perempuan mendapatkan pelayanan yang sama
d.
e.

6. Maksud dari Public Health adalah:
a. Adanya resources/bahan, proses, dan sistem produksi pelayanan kesehatan.

AddThis

Share |

  © Free Blogger Templates 'Greenery' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP