09 April 2009

What Is Your Local Genius?

Think Globally, Act Locally! Tampaknya jargon tersebut sudah banyak kita kenal. Tapi untuk menerapkannya ke dalam institusi, benar-benar dibutuhkan upaya yang sistematis dan terkonsep dengan rapi. Dalam rangkaian Rakorja dan sebagai tindak lanjut lokakarya Local Genius di tingkat universitas, hari ini saya dan teman-teman di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) bersama-sama mengikuti workshop untuk menggali gagasan mengenai hal apa yang sekiranya cocok untuk dijadikan local genius kami.

Memang tidaklah mudah dan perlu diskusi panjang, apalagi jika sampai diterjemahkan ke dalam kurikulum FK secara menyeluruh. Terlebih jika local genius kita maknai sebagai sesuatu yang benar-benar bersifat unik, me-lokal, dan bisa benar-benar menjadi nilai tambah bagi institusi yang bersangkutan. Mengenai local genius ini sudah banya dicontohkan oleh institusi lain. UGM tampaknya sudah lebih dahulu punya rancangan mengenai local genius ini. Sebuah fakultas kedokteran di Purwokerto mendeklarasikan dirinya sebagai pencetak Dokter Desa, berangkat dari kenyataan bahwa Indonesia masih terdiri atas sekian banyak desa yang sangat membutuhkan tenaga medis. Beberapa akademi seperti Akfis dan Amikom dalam pengamatan saya juga telah memiliki local genius yang ditunjukkan dengankomitmen untuk membekali mahasiswanya dengan nilai-nilai entrepeneurship.

Di luar negeri, local wisdom dalam bidang kesehatan juga bisa ditempelkan dan menjadi bagian dari kurikulum. Mahasiswa Korea yang pernah melakukan presentasi di kelas S2 saya, misalnya, menunjukkan bahwa di sana, Fakultas Kedokteran memiliki dua bagian yang berbeda. Yang satu merupakan kedokteran barat, sementara yang lainnya lagi menggunakan pendekatan ketimuran. Yang menarik adalah, berdasarkan penelitian, ternyata lulusan yang menggunakan pendekatan ketimuran, mampu menjadi penyembuh yang lebih holistik kepada pasien-pasiennya. Mungkin karena pengobatan timur juga menggunakan pendekatan yang lebih holistik dibandingkan kedokteran barat yang cenderung bersifat partialis. Pendekatan holistik itu pula yang digunakan dalam penyembuhan dengan Ayurveda di daerah India (saya baca di buku Quantum Healing karya Dheepak Chopra).

Namun demikian, kami diingatkan untuk tidak menjadi overclaim terhadap hal yang akan kita angkat sebagai local genius. Lha wong ketika mendengar prinsip Ing-Ing-Tut (ing ngarso sung tulodho dst) dari Ki Hajar Dewantoro saja, orang jerma juga merasa punya. Jadi kalau kita mengambil suatu wisdom/local wisdom untuk dijadikan local genius, itu bukan milik kita, melainkan milik bersama, yang kebetulan kita ambil sebagai local genius. Misalnya jika kita memutuskan mengambil nilai-nilai Islam, maka bukanlah milik UII, tapi milik umat Islam yang kita ambil sebagai local genius kita. Berkaitan dengan kedokteran Islam ini, kita juga diingatkan agar proses Islamisasi kita tidak terjebak pada arabisasi. Karena ada beberapa hal yang dianggap Barat merupakan bagian dari tradisi pengobatan islam, padahl itu merukpakan tradisi pengobatan arab yang bisa jadi justru telah dianjurkan untuk tidak dilaksanakan melalui hadist. Jadi batasan kita mengenai yang mana yang merupakan Islam dan bukan sekedar arab adalah jelas, yaitu Al Qur’an dan Hadits.

Berkaitan dengan local genius ini, FK UII sendiri sudah lama memberi penekanan pada kedokteran keluarga dan memberikan Islamic Perspective di setiap blok mata pelajaran. Jadi, akan selalu ada diskusi mengenai bagaimana Islam memandang hal ini, bagaimana Islam mengajarkan pencegahannya, dan lain-lain. Namun hal tersebut tidak secara eksplisit dinyatakan sebagai local genius. Dalam workshop ini muncul berbagai usulan, seperti untuk mencetak dokter yang bisa go international, mencetak penyuluh kesehatan yang islami, dan lain-lain, namun belum mengerucut kepada satu hal yang jelas dan terpilih. Jadi, masih akan ditindak lanjuti melalui beberapa workshop lanjutan. Oke, Semoga berhasil. (4 April 2009)

0 komentar:

AddThis

Share |

  © Free Blogger Templates 'Greenery' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP