06 Agustus 2009

Infeksi Karena Dirawat di Rumah Sakit Mencapai 10%

Sungguh menyesalkan ketika data menunjukkan bahwa setiap tahunnya diseluruh dunia 10 % atau 1,4 juta pasien rawat inap mendapat infeksi baru setelah dirawat di RS. Penelitian di DKI Jakarta mencapai angka 9,8%. Jika ditambah dengan sarana pelayanan yang lain, jumlahnya dapat bertambah. Infeksi terkait sarana pelayanan kesehatan (Health-care Associated Infection—HAI) adalah tantangan yang serius. Ia dapat menyebabkan kematian, baik langsung maupun tidak langsung, menjadikan pasien dirawat lebih lama dan memakan biaya lebih mahal.

Kini, kebutuhan untuk pengendalian HAI semakin meningkat. Terlebih, keadaan sosial ekonomi Indonesia kurang menguntungkan. Indikasi/alasan pasien dirawat semakin ketat. Pasien yang datang dalam keadaan parah perlu lebih lama dirawat sehingga lebih banyak membutuhkan tindakan invasif (tindakan yang masuk pada kulit atau lubang tubuh). Lemahnya daya tahan dan kecenderungan tindakan invasif tersebut memudahkan masuknya kuman penyebab infeksi.

Oleh karena itu, diperlukan strategi-strategi pencegahan dan pengendalian infeksi, baik oleh tenaga kesehatan maupun oleh pihak pimpinan pelayanan. Ia merupakan tingkatan pertama dalam pemberian pelayanan yang bermutu. Bagi petugas, perlu peningkatan pengetahuan dan kemampuan khusus tentang pencegahan penyebaran infeksi karena risiko ini mereka hadapi sehari-hari akibat kontak dengan pasien dan bahan infeksius. Pimpinan pelayanan kesehatan harus pula mampu untuk menyediakan sistem, sarana dan dukungan lain. Strategi yang sukses antara lain adalah peningkatan kemampuan petugas dalam Kewaspadaan Universal (Universal Precaution), cara baru untuk meminimalkan pajanan darah dan cairan tubuh dari semua pasien sehingga penyebaran kuman dapat dicegah seminimal mungkin.

Untuk membantu para petugas kesehatan (dokter, bidan, dan perawat) dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih aman bagi pasien dan dirinya, dalam rangka Miladnya yang ke-8, pada tanggal 8 Agustus 2009, Fakultas Kedokteran UII akan menggelar seminar sehari di Jogja International Hospital dengan tema “Perkembangan Terkini Prosedur Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi: Menuju Safe Care”. Pembicara dari Tim PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) Rumah Sakit Pusat, maupun dari FK UGM dan FK UII, antara lain dr. Andaru Dahesihdewi, M.Kes., Sp.PK-K, dr. Ristanto, Sp. MK, dr. Sumardi, Sp.PD-KP, dan lain-lain. Seminar ini terakreditasi oleh IDI (6 SKP) dengan biaya pendaftaran Rp.75.000,00. Informasi selengkapnya dapat menghubungi dr. Ukhti (0817265147) dan Darmadi (0274) 898444 ext 2096.

1 komentar:

Khairil Ardhi 16 April 2012 21.17  

Asslkum wr wb . .
Tulisan ibuk sngat mnarik, utk topik infeksi nosokomial. Pada kenyataan nya, pihyak manajemen rumah sakit kurang memperhatikan resiko terjadinya infeksi silang. Mungkin hal ini dapat dilihat dari tidak adanya tenaga kesehatan yang menangani masalah ini. Mungkin terdapat resiko lebih besar pada rumah sakit pemerintah maupun daerah-daerah yang tidak mempunyai instalasi kesehatan lingkungan.Salam kesehatan buk.saya sering berkunjung ke blog ibuk. Kalau ada waktu, saya berharap ibuk bisa posting contoh kasus dalam epidemiologi lapangan.

AddThis

Share |

  © Free Blogger Templates 'Greenery' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP