17 Agustus 2009

Pusing, Vertigo, Sakit kepala, dan Migraine

Rubrik Syakwa (Konsultasi Kesehatan) Majalah Shaffatul Aisyiyah


Pembaca says

Assalamualaikum

Ibu dokter yang baik hati, saya lagi pusing nih...kenapa ya saya sering sekali kena sakit kepala, apalagi musim panas ini sering sekali merasa pusing, tapi saya nggak tahu apa penyebab pusing itu, saya juga ingin tahu apa bedanya migren, vertigo dan sakit kepala biasa?

Wassalamualaikum

dr. Beti says

Apa kabar pembaca? Pertanyaan yang tepat, karena pusing dan terutama sakit kepala merupakan keluhan yang paling sering dikemukakan pasien, dalam gambaran yang bermacam-macam mulai dari perasaan dunia berputar, pening, dan puyeng (untuk pusing), senut-senut, cekot-cekot, perasaan kenceng, seperti diikat, seperti ditindih batu besar, seperti kedudukan gajah hehehe, dll. Penyebabnya pun sangat beragam. Tidak punya uang juga bisa membuat jadi pusing kan:P.


Oleh karena itu, karena sering dianggap sinonim dalam istilah awam, kita perlu membatasi dan membedakan istilah pusing dan sakit kepala. Lukisan pusing/pening adalah berupa perasaan badan melayang, sempoyongan atau bergoyang-goyang seperti mabuk arak atau mabuk laut. Sedangkan, perasaan bahwa tubuh kita berputar atau benda-benda di sekitar yang berputar/memutari tubuh kita adalah gambaran dari vertigo. Sementara itu, sakit kepala merupakan respon nyeri dari perangsangan pada bangunan-bangunan di sekitar kepala-leher.


Perasaan pusing yang seperti berputar-putar mengarah pada adanya gangguan fungsi keseimbangan tubuh di telinga. Jika pusingnya seolah-olah kepala kosong dan badan lemah lunglai, serta cenderung jatuh (pingsan), maka gangguannya terletak pada sistem peredaraan darah. Mungkin orang yang pingsan saat upacara/panas termasuk pada kelompok ini, karena pembuluh darah di otak bereaksi terhadap cuaca panas. Jika pusingnya digambarkan seolah-olah melayang, enteng di kepala, atau gambaran yang samar, maka pusing jenis ini bisa disebabkan oleh karena gangguan pada sistem kejiwaan, seperti saat adanya kecemasan atau stress.


Yang dimaksud dalam pertanyaan di atas tampaknya lebih mengarah ke pengertian sakit kepala. Sakit kepala juga bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun pada hakikatnya, para pengeluh sakit kepala dapat dibagi ke dalam 2 kelompok. Yang pertama, yang lebih banyak tanda-tanda organik/fisik tubuhnya, seperti pada migraine klasik, sakit kepala pada radang selaput otak, pada penyakit pembuluh darah otak, tumor otak, atau pada penyakit/gangguan umum seperti pada hipertensi, nyeri alih (misalnya saat waktu makan es krim atau sakit gigi) dan infeksi (waktu mau flu kadang kita sakit kepala juga kan?). Penyebab metabolik juga bisa menyebabkan sakit kepala jenis ini, misalnya pada kurangnya kadar gula darah (Kalau tidak sempat makan, saya juga pernah sakit kepala. Setelah makan sakit kepalanya hilang hehehe)


Kelompok pengeluh sakit kepala yang kedua lebih banyak bersifat psikis. Kepribadian dan perangai psikoneurotik adalah sifat yang dimiliki oleh kebanyakan penderita sakit kepala, yang bisa membuat meraka mudah dan sering menderita sakit kepala. Pola sikap hidup kepribadian ini agak kaku, sangat hati-hati dan mengejar kesempurnaan (perfeksionis). Perasaan kurang pada diri memberi kekuatan khusus yang menjadikan mereka lebih semangat bekerja keras sehingga sering lebih sempurna dan berhasil dibandingkan teman-temannya. Akibatnya, jika tekanan jiwa meningkat dan tenaga menurun, ambisinya tidak bisa terpenuhi sehingga timbul reaksi pada otot-otot kepala-leher-bahu dan pembuluh darah di kepala. Jenis sakit kepala biasanya bersifat berdenyut ditambah dengan nyeri otot pada bahu leher dan kepala. Sehingga jika kita termasuk golongan ini, mengatasinya harus dengan mengubah kepribadian tersebut.


Sakit kepala jenis ini bisa saja terjadi pada sesisi saja, sehingga orang menyebutnya dengan migraine. Padahal, tidak seperti dalam migraine yang sesungguhnya (migrain klasik), pada sakit kepala ini tidak terdapat gejala-gejala yang berhubungan dengan penyempitan pembuluh darah seperti kesemutan, perasaan silau, gangguan lapang pandang, dan lain-lain. Oleh karena itu, ia disebut sebagai sindroma migraine (gejala migraine) saja.


Oke, semoga sudah bisa menjawab pertanyaannya yaa...

1 komentar:

Lowongan 15 November 2009 08.31  
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

AddThis

Share |

  © Free Blogger Templates 'Greenery' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP